Tampilkan postingan dengan label SAPTA PALA. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label SAPTA PALA. Tampilkan semua postingan

Rabu, 10 Desember 2014

sejarah singkat SAPTA PALA SMAN7 JAKARTA

Sejarah Singkat SAPTA PALA SMAN 7 JAKARTA 

 

 

Dengan dibekukannya Repala pada tahun 1989, sejarah kegiatan pencinta alam SMA 7 tidak usai. Heri “ Julung ” Junaedi (84) mantan anggota Repala. Ia meraih gelar Drs, menjadi guru di SMA 7. Selain memberikan sumbangsihnya kepada Almamater, ia juga bergerak agar siswa mengenal dunia cinta alam, dan berharap mereka akan menjadi masyarakat pencinta alam yang membanggakan. 19 Agustus 1993, tujuh siswa memproklamirkan SAPTA PALA di puncak Gunung Ciremai.

Rifki “Babon”, Heri ”Black”, Wahyu Hidayat “Apink”(Alm), Ari ”Stup”, Maulana “ Ukuy”, Sunardi”Bos”, dan Wahyu “jojon” adalah yang pertama menjadi anggota sekaligus pendiri Sapta Pala. ‘Ketujuh Pendobrak ini harus menghadapi kekuatiran, ketidak percayaan dan lain – lain citra negatif yang mengintai kegiatan outdoor. Meskipun mendapatkan pengakuan dari sekolah, tidak mudah mendapat izin dari para guru.

Apalagi keinginan untuk membangun Wall Climbing di sekolah, dapat dikatakan bagai mimpi. Kenapa panjat tebing? Mereka memang memimpikan siswa SMA 7 menjadi atlet tingkat nasional panjat tebing. Juga tradisi jambore sebagaimana yang dulu REPALA lakukan pada tiap awal tahun ajaran, masih sejauh bintang dilangit. Menurut mereka, jambore atau perkemahan merupakan sarana untuk merekrut anggota baru.
 
Tapi cinta itu telah ada dan tumbuh ditengah – tengah kehidupan remaja – remaja yang bergairah.dengan segala keterbatasan, kegiatan operasi bersih gunung, ekspedisi panjat tebing, caving, ( penelusuran gua ) tetap berjalan. Dari kegiatan alam bebas ini mereka belajar bersyukur, distribusi sumberdaya, berbagi kegiatan bakti sosial di masyarakat.

“Banyak hikmah yang saya petik dari kegiatan pecinta alam,” ujar Rynold Sarmon (96), fotografer Majalah Chic – Gramedia Group. “Diantaranya adalah melatih kesabaran dan kerja tim”, tambah anggota Sapta Pala yang dilantik di Curug Luhur – Gunung Salak, 1993.

Sapta Pala kini bukan hanya salah satu kegiatan ekstrakulikuler sekolah. Hubungan dengan anggotanya terus hidup, walau telah bertahun tahun mereka meninggalkan bangku SMA. Mereka patungan membayar sewa ruang kecil di gang kawasan Karet untuk sekretariat. Mereka mempertemukan generasi Gambir dengan generasi Karet. Sapta Pala menjembatani pergaulan dengan alumnus-alumnus senior.

Kedepan, Sapta Pala tidak sendiri lagi. Keluarga Besar Alumni SMA 7 turut terlibat mendukung implementasi Pasal 9 Anggaran Dasar Sapta Pala, yaitu menyadarkan masyarakat agar lebih peduli terhadap lingkungan dan alam sekitar.

Hymne Sapta Pala

HYMNE SAPTA PALA 

ku bernyanyi di tengah malam
disaksikan bintang dan rembulan
ku bahagia malam ini
dirangkulan hutan rimba
         Nyanyikanlah
         Lagu tentang alam
         Dengan riang dan gembira
         eEEooOO......
Langit biru hutan mewangi
Sapta alam yang kuasa
Ku Bersujud Pasrahkan jiwa
Karya Allah sang pencipta.
         Jagalah....oOh... Jagalah...
         Alam ini dan mahluknya
         eEEooOO...
Marilah mari...
Kita bernyadu
Lestarikan Alam
Bersama kami SAPTA PALA eEEooOO....